D
I
S
U
S
U
N
OLEH:
NANDA
ANDINI MAULIDA NASUTION
171201093
HUT 2B
PROGRAM
STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS
KEHUTANAN
UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA
2018
KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT
yang telah memberikan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah
ini dengan baik dan tepat waktu.
Makalah
ini berjudul “Profil Pengusaha Sukses" pada mata kuliah
Kewirausahaan dengan lancar. Adapun
tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk menambah wawasan, memaparkan
berbagai hal yang berkaitan dengan profil pengusaha sukses sehingga dapat
membantu para mahasiswa dalam mengetahui tentang bagaimana menjadi pengusaha
sukses, serta memenuhi tugas yang telah diberikan oleh Dosen Pembimbing mata
kuliah Kewirausahaan. Penulis
menyadari masih terdapat kesalahan dalam penulisan makalah ini. Penulis
mengharapkan kritik dan saran dalam penulisan makalah ini. Penulis berharap
semoga makalah ini bermanfaat dan dapat merealisasikan ilmu yang ada di makalah
ini.
Medan, Juni 2018
Nanda
Andini M. Nst
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ..................................................................................... i
DAFTAR ISI...................................................................................................... i
BAB I PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang Kehidupan ................................................................ 1
2. Awal Mula Usaha .............................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................. 3
BAB
III PENUTUP
Kesimpulan
............................................................................................. 5
Saran ..................................................................................................... 5
REFRENSI
BAB
I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Kehidupan
Jokowi lahir
di Surakarta, Jawa Tengah dari pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomiharjo.
Beliau datang dari keluarga yang bisa dibilang sederhana, namun hal itu tak
membuatnya minder dan takut untuk bermimpi tinggi. Pendidikan Jokowi dimulai dari SD Negeri 111
Tirtoyoso. Dengan berbagai kesulitan yang dialami, Jokowi kecil sampai harus membantu orang tuanya berdagang,
mengojek payung, hingga jadi kuli panggul untuk membiayai keperluan sekolah dan
uang jajannya sendiri. Setelah lulus, Jokowi melanjutkan
pendidikannya ke SMP Negeri 1 Surakarta dan kemudian berlanjut ke SMA Negeri 6
Surakarta. Tidak putus sampai di situ saja, Jokowi melanjutkan pendidikannya ke jenjang tertinggi dengan
masuk Universitas Gajah Mada, jurusan kehutanan.
Ir.
H. Joko Widodo atau yang lebih akrab
disapa Jokowi adalah Presiden ke-7 Indonesia yang mulai
menjabat sejak 20 Oktober 2014. Ia terpilih bersama Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla dalam Pemilu Presiden 2014.
Jokowi pernah menjabat Gubernur DKI Jakarta sejak 15 Oktober 2012
sampai dengan 16 Oktober 2014 didampingi Basuki Tjahaja Purnama sebagai wakil
gubernur. Sebelumnya, dia adalah Wali Kota Surakarta
(Solo),
sejak 28 Juli 2005 sampai dengan 1 Oktober 2012 didampingi F.X. Hadi Rudyatmo sebagai wakil wali kota. Dua tahun menjalani periode keduanya menjadi
Wali Kota Solo, Jokowi ditunjuk oleh partainya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
(PDI-P), untuk bertarung dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta berpasangan
dengan Basuki Tjahaja Purnama.
2. Awal Mula Usaha
Joko Widodo berasal dari keluarga
sederhana. Bahkan, rumahnya pernah digusur sebanyak tiga kali, ketika dia masih
kecil, tetapi ia mampu menyelesaikan pendidikannya di
Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Setelah lulus,
dia menekuni profesinya sebagai pengusaha mebel. Selepas berkuliah di Fakultas Kehutanan
Universitas Gadjah Mada (1985), Jokowi bekerja di sebuah perusahaan BUMN
di Provinsi Aceh. Namun pada 1988, Jokowi dan istri kembali ke Kota Solo. Ia
pun bekerja sementara waktu pada pabrik milik pamannya, hingga akhirnya
memutuskan berhenti dan memulai usaha mebelnya sendiri. Usaha yang mulanya
berjalan dengan kondisi sederhana itu, lambat laun berkembang. Dari ruang
lingkup regional, usaha Jokowi tumbuh melingkupi pasar nasional, kemudian
merambah pasar mancanegara.
Sukses menjalankan bisnis mebel
menggerakkan Jokowi untuk mulai mencurahkan energinya pada ranah lain, yakni
sosial. Ia melihat banyak usaha kecil masyarakat Solo memiliki potensi
untuk maju, tetapi belum berkembang baik. Dengan latar belakang masa
lalu yang sulit di bantaran sungai, ia dan beberapa rekan pengusaha
menggagas terbentuknya organisasi pengusaha mebel nasional cabang Solo yang
bernama Asosiasi Pengusaha Mebel Indonesia (Asmindo). Jokowi pun didaulat
menjadi ketua organisasi dan memimpin berbagai kegiatan yang berhasil
mengangkat daya usaha para pengusaha kecil dan menengah anggota Asmindo.
Dua tahun memimpin Asmindo, para pengurus
dan anggota organisasi tersebut mulai melontarkan ide pencalonan diri Jokowi
sebagai Wali Kota Solo. Awalnya, Jokowi hanya menganggapinya dengan tawa dan
secara halus menolak. Tetapi, aspirasi tersebut bertambah kuat dan dorongan
dari dalam organisasi untuk maju mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo terus
meningkat. Joko Widodo kemudian maju dalam Pemilukada Kota Solo 2005 bersama FX
Hadi Rudyatmo. Mereka terpilih menjadi pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota
Solo (2005-2010).
BAB
II
PEMBAHASAN
Proses Berdirinya Usaha
Jokowi muda memulai karirnya sebagai seorang
karyawan di salah satu perusahaan BUMN, yaitu PT Kertas Kraft Aceh pada tahun
1986. Ia merantau ke Pulau Sumatra demi mengumpulkan modal untuk membangun
usahanya sendiri. Setelah melakoni pekerjaannya selama dua tahun di perusahaan
kertas tersebut, ia memutuskan untuk kembali ke Solo untuk merintis bisnis. Pada
tahun 1988 atau satu tahun setelah kelahiran putra pertamanya, Jokowi memilih
untuk belajar model bisnis furnitur dengan bekerja membantu pamannya
menjalankan usaha yaitu di CV Roda Jati. Di perusahaan milik kerabatnya
tersebut, Jokowi bekerja selama satu tahun hingga akhirnya memutuskan untuk
berdikari dan memulai perusahaan mebelnya sendiri pada tahun 1989.
Berbekal kondisi sektor permebelan
lokal yang sedang berjaya pada waktu itu, Jokowi kemudian memutuskan untuk
terjun di bisnis tersebut. Modal awal Jokowi didapat dari menggadaikan asset
milik orang tuanya kepada bank. Perusahaan mebel yang dibentuk Jokowi tersebut
bernama CV Rakabu, yang mana diambil dari nama anak pertamanya Ghibran
Rakabuming. Saat berjalannya bisnis tersebut, Jokowi pernah tertipu oleh order
pembelian, sehingga dia dirugikan sebesar Rp 30 juta. Bahkan setelah Jokowi
menjadi gubernur Jakarta, musibah pernah menimpa perusahaan mebelnya tersebut.
Angin segar berhembus ketika
pemerintah mencanangkan program 'Ayah Angkat-Anak Angkat' bagi perusahaan. Pada
saat itu CV Rakabu mendapat bantuan Perum Gas Negara sebagai ayah angkat
perusahaan. PGN memberi pinjaman Rp 500 juta sebagai modal. Melalui tangan
dingin Jokowi Rakabu akhirnya mampu menyambangi pasar ekspor setelah perusahaan
rajin mengikuti pameran-pameran di dalam maupun di luar negeri. Pada tahun 2009
CV Rakabu berubah status menjadi PT Rakabu Sejahtera. Perusahaan itu didirikan
dengan modal awal Rp 31.750.000.000, dengan jumlah saham sebesar 31.750 (nilai
nominal Rp 1 juta). Anak sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, yang menjabat
sebagai komisaris memiliki mayoritas saham 16.193. Sisa saham lainnya dimiliki
oleh PT Toba Sejahtera dengan jumlah total saham 15.557. PT Toba Sejahtera
sendiri merupakan perusahaan pemasok kayu mentah yang didirikan oleh Jenderal
TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan.
Saat ini, PT Rakabu Sejahtera
menggandeng beberapa nama besar dari militer sebagai komisarisnya. Terdapat
mantan KSAD Letjen (Purn) Agus Widjojo sebagai komisaris utama, dan Bambang
Priyambodo yang juga merupakan komisaris.
Luhut sendiri mengenal Jokowi sejak Presiden RI tersebut masih menjabat sebagai Walikota Solo tahun 2008. Perkenalan bermula saat Luhut menugasi Direktur Utama PT Toba, Bambang Priambodo, untuk mencarikan pengusaha furnitur. Luhut ingin ada pengusaha furnitur yang bersedia menampung kayu produksi PT Toba Sejahtera agar tidak dijual dalam bentuk mentah, melainkan dalam produk jadi. Oleh Bambang, Luhut ditawari seorang pengusaha furnitur asal Solo, yakni Jokowi, selaku pemilik PT Rakabu. Di antara keduanya terjalin kesepakatan sampai pada akhirnya berdiri PT Rakabu Sejahtera.
Luhut sendiri mengenal Jokowi sejak Presiden RI tersebut masih menjabat sebagai Walikota Solo tahun 2008. Perkenalan bermula saat Luhut menugasi Direktur Utama PT Toba, Bambang Priambodo, untuk mencarikan pengusaha furnitur. Luhut ingin ada pengusaha furnitur yang bersedia menampung kayu produksi PT Toba Sejahtera agar tidak dijual dalam bentuk mentah, melainkan dalam produk jadi. Oleh Bambang, Luhut ditawari seorang pengusaha furnitur asal Solo, yakni Jokowi, selaku pemilik PT Rakabu. Di antara keduanya terjalin kesepakatan sampai pada akhirnya berdiri PT Rakabu Sejahtera.
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan
Joko
widodo merupakan pengusaha yang pantang menyerah untuk berwirausaha, usaha
kecil – kecilan telah ia jalani, asam manisnya pun telah dicicipinya. Mulai
dari kerugian yang cukup besar, keuntungan yang tak seberapa hingga keuntungan
yang diperolehnya lumayan. Awalnya ia menjadi karyawan salah satu perusahaan
BUMN dan sekarang ia membuka perusahaan
besar yang bernama PT Rakabu Sejahtera.
Saran
-
Lebih mengembangkan usahanya, dengan menambah produk
yang ia jual
-
Memperluas wilayah pemasaran
-
Membuka beberapa cabang di berbagai wilayah
REFRENSI