Sabtu, 16 Juni 2018

PROFIL PENGUSAHA SUKSES



PROFIL PENGUSAHA SUKSES












 D

I

 S

U

S

U

N
OLEH:
NANDA ANDINI MAULIDA NASUTION
171201093
HUT 2B






PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2018



 KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah ini dengan baik dan tepat waktu. Makalah ini berjudul Profil Pengusaha Sukses" pada mata kuliah Kewirausahaan dengan lancar.  Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk menambah wawasan, memaparkan berbagai hal yang berkaitan dengan profil pengusaha sukses sehingga dapat membantu para mahasiswa dalam mengetahui tentang bagaimana menjadi pengusaha sukses, serta memenuhi tugas yang telah diberikan oleh Dosen Pembimbing mata kuliah Kewirausahaan. Penulis menyadari masih terdapat kesalahan dalam penulisan makalah ini. Penulis mengharapkan kritik dan saran dalam penulisan makalah ini. Penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat dan dapat merealisasikan ilmu yang ada di makalah ini.


Medan,       Juni 2018  


                                                                                                             Nanda Andini M. Nst


DAFTAR ISI
Halaman

KATA PENGANTAR ..................................................................................... i

DAFTAR ISI...................................................................................................... i


                  BAB I PENDAHULUAN
            1. Latar Belakang Kehidupan  ................................................................ 1
            2. Awal Mula Usaha  .............................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN  ................................................................................. 3


                  BAB III PENUTUP
            Kesimpulan ............................................................................................. 5
            Saran   ..................................................................................................... 5


                  REFRENSI  



BAB I 
PENDAHULUAN


  1. Latar Belakang Kehidupan

Jokowi lahir di Surakarta, Jawa Tengah dari pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomiharjo. Beliau datang dari keluarga yang bisa dibilang sederhana, namun hal itu tak membuatnya minder dan takut untuk bermimpi tinggi. Pendidikan Jokowi dimulai dari SD Negeri 111 Tirtoyoso. Dengan berbagai kesulitan yang dialami, Jokowi kecil sampai harus membantu orang tuanya berdagang, mengojek payung, hingga jadi kuli panggul untuk membiayai keperluan sekolah dan uang jajannya sendiri. Setelah lulus, Jokowi melanjutkan pendidikannya ke SMP Negeri 1 Surakarta dan kemudian berlanjut ke SMA Negeri 6 Surakarta. Tidak putus sampai di situ saja, Jokowi melanjutkan pendidikannya ke jenjang tertinggi dengan masuk Universitas Gajah Mada, jurusan kehutanan.
Ir. H. Joko Widodo atau yang lebih akrab disapa Jokowi adalah Presiden ke-7 Indonesia yang mulai menjabat sejak 20 Oktober 2014. Ia terpilih bersama Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla dalam Pemilu Presiden 2014. Jokowi pernah menjabat Gubernur DKI Jakarta sejak 15 Oktober 2012 sampai dengan 16 Oktober 2014 didampingi Basuki Tjahaja Purnama sebagai wakil gubernur. Sebelumnya, dia adalah Wali Kota Surakarta (Solo), sejak 28 Juli 2005 sampai dengan 1 Oktober 2012 didampingi F.X. Hadi Rudyatmo sebagai wakil wali kota.  Dua tahun menjalani periode keduanya menjadi Wali Kota Solo, Jokowi ditunjuk oleh partainya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), untuk bertarung dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama.

2. Awal Mula Usaha
            Joko Widodo berasal dari keluarga sederhana. Bahkan, rumahnya pernah digusur sebanyak tiga kali, ketika dia masih kecil,  tetapi ia mampu menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Setelah lulus, dia menekuni profesinya sebagai pengusaha mebel.  Selepas berkuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (1985), Jokowi bekerja di sebuah perusahaan BUMN di Provinsi Aceh. Namun pada 1988, Jokowi dan istri kembali ke Kota Solo. Ia pun bekerja sementara waktu pada pabrik milik pamannya, hingga akhirnya memutuskan berhenti dan memulai usaha mebelnya sendiri. Usaha yang mulanya berjalan dengan kondisi sederhana itu, lambat laun berkembang. Dari ruang lingkup regional, usaha Jokowi tumbuh melingkupi pasar nasional, kemudian merambah pasar mancanegara.
Sukses menjalankan bisnis mebel menggerakkan Jokowi untuk mulai mencurahkan energinya pada ranah lain, yakni sosial. Ia melihat banyak usaha kecil masyarakat Solo memiliki potensi untuk maju, tetapi belum berkembang baik. Dengan latar belakang masa lalu yang sulit di bantaran sungai, ia dan beberapa rekan pengusaha menggagas terbentuknya organisasi pengusaha mebel nasional cabang Solo yang bernama Asosiasi Pengusaha Mebel Indonesia (Asmindo). Jokowi pun didaulat menjadi ketua organisasi dan memimpin berbagai kegiatan yang berhasil mengangkat daya usaha para pengusaha kecil dan menengah anggota Asmindo.
Dua tahun memimpin Asmindo, para pengurus dan anggota organisasi tersebut mulai melontarkan ide pencalonan diri Jokowi sebagai Wali Kota Solo. Awalnya, Jokowi hanya menganggapinya dengan tawa dan secara halus menolak. Tetapi, aspirasi tersebut bertambah kuat dan dorongan dari dalam organisasi untuk maju mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo terus meningkat. Joko Widodo kemudian maju dalam Pemilukada Kota Solo 2005 bersama FX Hadi Rudyatmo. Mereka terpilih menjadi pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo (2005-2010).



BAB II
PEMBAHASAN
Proses Berdirinya Usaha
Jokowi muda memulai karirnya sebagai seorang karyawan di salah satu perusahaan BUMN, yaitu PT Kertas Kraft Aceh pada tahun 1986. Ia merantau ke Pulau Sumatra demi mengumpulkan modal untuk membangun usahanya sendiri. Setelah melakoni pekerjaannya selama dua tahun di perusahaan kertas tersebut, ia memutuskan untuk kembali ke Solo untuk merintis bisnis. Pada tahun 1988 atau satu tahun setelah kelahiran putra pertamanya, Jokowi memilih untuk belajar model bisnis furnitur dengan bekerja membantu pamannya menjalankan usaha yaitu di CV Roda Jati. Di perusahaan milik kerabatnya tersebut, Jokowi bekerja selama satu tahun hingga akhirnya memutuskan untuk berdikari dan memulai perusahaan mebelnya sendiri pada tahun 1989.
Berbekal kondisi sektor permebelan lokal yang sedang berjaya pada waktu itu, Jokowi kemudian memutuskan untuk terjun di bisnis tersebut. Modal awal Jokowi didapat dari menggadaikan asset milik orang tuanya kepada bank. Perusahaan mebel yang dibentuk Jokowi tersebut bernama CV Rakabu, yang mana diambil dari nama anak pertamanya Ghibran Rakabuming. Saat berjalannya bisnis tersebut, Jokowi pernah tertipu oleh order pembelian, sehingga dia dirugikan sebesar Rp 30 juta. Bahkan setelah Jokowi menjadi gubernur Jakarta, musibah pernah menimpa perusahaan mebelnya tersebut.
Angin segar berhembus ketika pemerintah mencanangkan program 'Ayah Angkat-Anak Angkat' bagi perusahaan. Pada saat itu CV Rakabu mendapat bantuan Perum Gas Negara sebagai ayah angkat perusahaan. PGN memberi pinjaman Rp 500 juta sebagai modal. Melalui tangan dingin Jokowi Rakabu akhirnya mampu menyambangi pasar ekspor setelah perusahaan rajin mengikuti pameran-pameran di dalam maupun di luar negeri. Pada tahun 2009 CV Rakabu berubah status menjadi PT Rakabu Sejahtera. Perusahaan itu didirikan dengan modal awal Rp 31.750.000.000, dengan jumlah saham sebesar 31.750 (nilai nominal Rp 1 juta). Anak sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, yang menjabat sebagai komisaris memiliki mayoritas saham 16.193. Sisa saham lainnya dimiliki oleh PT Toba Sejahtera dengan jumlah total saham 15.557. PT Toba Sejahtera sendiri merupakan perusahaan pemasok kayu mentah yang didirikan oleh Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan.
Saat ini, PT Rakabu Sejahtera menggandeng beberapa nama besar dari militer sebagai komisarisnya. Terdapat mantan KSAD Letjen (Purn) Agus Widjojo sebagai komisaris utama, dan Bambang Priyambodo yang juga merupakan komisaris.
Luhut sendiri mengenal Jokowi sejak Presiden RI tersebut masih menjabat sebagai Walikota Solo tahun 2008. Perkenalan bermula saat Luhut menugasi Direktur Utama PT Toba, Bambang Priambodo, untuk mencarikan pengusaha furnitur. Luhut ingin ada pengusaha furnitur yang bersedia menampung kayu produksi PT Toba Sejahtera agar tidak dijual dalam bentuk mentah, melainkan dalam produk jadi. Oleh Bambang, Luhut ditawari seorang pengusaha furnitur asal Solo, yakni Jokowi, selaku pemilik PT Rakabu. Di antara keduanya terjalin kesepakatan sampai pada akhirnya berdiri PT Rakabu Sejahtera.



BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Joko widodo merupakan pengusaha yang pantang menyerah untuk berwirausaha, usaha kecil – kecilan telah ia jalani, asam manisnya pun telah dicicipinya. Mulai dari kerugian yang cukup besar,  keuntungan yang tak seberapa hingga keuntungan yang diperolehnya lumayan. Awalnya ia menjadi karyawan salah satu perusahaan BUMN  dan sekarang ia membuka perusahaan besar yang bernama PT Rakabu Sejahtera.

Saran
-          Lebih mengembangkan usahanya, dengan menambah produk yang ia jual
-          Memperluas wilayah pemasaran
-          Membuka beberapa cabang di berbagai wilayah





















REFRENSI